Sejarah Prodi Pendidikan IPA

Program studi (Prodi) Pendidikan IPA berdiri berdasarkan SK pendirian PS No. 466/KPT/I/2016 tertanggal 2016-11-08 merupakan lembaga pendidikan yang mempersiapkan dan mencetak calon guru IPA profesional dan berkualitas, menguasai bidang IPA dan kependidikan, terampil di bidang teknologi informasi (TI) serta mampu bersaing di pasar global.

Pendirian Prodi IPA didasari atas pada permintaan pasar kerja (market driven) dan hasil perenungan terhadap visi keilmuan (scientific vision). Tuntutan tersebut merupakan pemenuhan kebutuhan kualifikasi guru bidang IPA SMP/MTs berkualifikasi S-1.

Selama ini masih banyak guru- guru IPA di SMP/MTs yang belum berkualifikasi S-1. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan program studi yang disiapkan untuk menghasilkan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam matapelajaran IPA dengan kualifikasi S-1. Sejak disyahkannya UU Guru dan Dosen oleh DPR di penghujung tahun 2005 lalu, di antaranya mensyaratkan bahwa, guru baik di TK sampai dengan di SMA khususnya, harus memiliki ijazah S-1. Persyaratan kualifikasi guru, termasuk untuk SMP/MTs., yang dikemukakan dalam UU Guru dan Dosen tersebut jelas menunjukkan pula bahwa kualifikasi yang di butuhkan untuk guru SMP/MTs. adalah lulusan S-1. Disamping itu, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, tanggal 2 Mei 2007 dinyatakan bahwa Guru pada SMP/MTs, atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan guru berjenjang S-1 bidang IPA di SMP/MTs, dibutuhkan lembaga pencetak guru sesuai amanat Undang-undang.

Secara institusional, pembukaan program studi pendidikan IPA semakin meningkatkan efisiensi pendidikan tercermin dalam pemanfaatan tenaga, fasilitas, dana dan waktu secara tepat. Untuk mewujudkan efisiensi tersebut diperlukan adanya tatanan dalam pengelompokkan sumberdaya baik tenaga maupun yang lainnya, serta ditunjang dengan diklasifikasikannya diskripsi tugas untuk sumber daya manusia yang ada sehingga harapannya setiap kegiatan pembelajaran dalam program studi dapat terlaksana secara tepat. Hal ini dapat diaplikasikan secara nyata dengan adanya struktur organisasi Program studi yang dapat mewadahi berbagai aktivitas Tri Darma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh dosen dan tenaga kependidikan yang lainnya. Demikian pula ditetapkannya diskripsi tugas, agar setiap personil mengetahui secara pasti apa yang menjadi tugas dan kewajibannya.

Program studi S2 pendidikan IPA telah dibuka, sehingga pembukaan program studi S1 pendidikan IPA akan memberikan perluasan akses dan layanan pendidikan IPA kepada masyarakat yang lebih efektif, lengkap dan memadai. Karena melihat pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk terus-menerus meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi segenap anak bangsa melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan bidang pendidikan, antara lain perluasan akses dan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, dan peningkatan manajemen pelayanan pendidikan. Dengan dibukanya program studi pendidikan IPA, peran perluasan akses pendidikan khususnya pendidikan IPA semakin bersar.

Peningkatan kualitas prodi meliputi pembenahan kurikulum, fasilitas pembelajaran berbasis TI, kemampuan dosen dalam mengembangan perencanaan dan media pembelajaran, peningkatan ketersediaan referensi yang dimiliki prodi, pengembangan pembelajaran IPA bilingual (bahasa Inggris – Indonesia), microteaching IPA berbahasa Inggris, praktek mengajar IPA berbahasa Inggris di Sekolah Bertaraf Intemasional (SBI), peningkatan penelitian bidang kependidikan IPA, tersedianya jumal yang dikelola prodi (Science Edu) yang diperuntukkan bagi semua kalangan guru, dosen atau para peneliti sebagai sarana komunikasi ilmiah di bidang IPA dan kependidikannya. Disamping itu prodi pendidikan IPA juga aktif kerjasama dan memberikan layanan kepada stakeholder khususnya sekolah dalam penelitian pendidikan.