Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember Raih Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang telah diluncurkan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 lalu dalam rangka menyiapkan lulusan pendidikan tinggi yang tangguh dalam menghadapi perubahan.  Dalam rangka mendukung implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan percepatan pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU PT), Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi membuka kesempatan kepada Perguruan Tinggi program Sarjana di jenis pendidikan akademik non kesehatan, untuk mengajukan proposal Program Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM.

Program Studi  S1 Pendidikan IPA turut serta dalam mengikuti program bantuan kerja sama tersebut. Untuk mendapatkan bantuan tersebut bukanlah hal yang mudah karena harus melewati beberapa tahapan seleksi mulai tingkat Universitas Jember hingga Nasional. Ditingkat Universitas, Prodi S1 Pendidikan IPA berhasil lolos Bersama 9 prodi lainnya yaitu Pendidikan Ekonomi, Agroteknologi, Sastra Inggris, Teknologi Hasil Pertanian, Kimia, Ilmu Hubungan Internasional, sistem Informasi, Akuntansi dan Teknik Elektro. Selanjutnya, lolos ditingkat Universitas selanjutnya 10 prodi tersebut akan bersaing kembali di tingkat nasional untuk mendapat program bantuan MBKM ini. Hasil seleksi tingkat nasional, 8 dari 10 prodi yang mewakili Universitas Jember berhasil lolos mendapatkan bantuan MBKM yaitu S1 Pendidikan IPA, Pendidikan Ekonomi, Agroteknologi, Sastra Inggris, Teknologi Hasil Pertanian, Kimia, Ilmu Hubungan Internasional, dan Akuntansi.

Comments Off on Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember Raih Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Kuliah Pakar Development of Socioscientific Issue Progams oleh Gahyoung Kim, Ph.D

Development of Socioscientific Issue Progams I

  1. Socioscientific Issue (SSI)

Sains dan teknologi mempunyai banyak keuntungan serta banyak menimbulkan masalah juga (karena banyak ketidakpastian yang muncul).  Sains dan teknologi selalu menimbulkan dua sisi, kompleksitas dan ketidakpastian. Kompleksitas mencakup stakeholders, konteks, pengetahuan dan kondisi. Ketidakpastian mencakup NOS dan perubahan lingkungan. Semakin berkembangnya sains dan teknologi maka akan semakin memperbesar kompleksitas dan ketidakpastian sehingga resiko yang ditimbulkan pada masyarakat semakin besar. Hal ini melatarbelakangi mengapa siswa harus dikenalkan socioscientific issue. Yang harus diperhatikan dalam mengajar dengan pendekatan SSI antara lain :

  • Moral dan ethical issues : Dalam hal ini masalah etik dan moral dari issue artinya bagaimana stakeholder (bagaimana konsumen, masyarakat, pemerintah, solusi dan dampaknya dari issue)
  • Multiperspektif : Siswa harus dapat mengembangkan multiperspektif (perspektif dari satu lapisan masyarakat ke masyarakat lainnya) seperti bukan hanya dari sisi saintis tetapi juga dari sisi lainnya seperti aktivis sosial dll.
  • Critical thinking : Siswa difasilitasi untuk memunculkan berpikir kritis, karena dalam socioscientific issue memikirkan pro dan kontra untuk mengatasi masalah.

  1. Community-based SSI Programs (SSI COMM)

SSI community model merupakan hasil penelitian S3 oleh Gahyoung Kim Ph.D. yang dibimbing oleh Prof. Lee. SSI COMM model adalah integrasi kelas berbasis SSI dengan komunitas. Sintaks SSI COMM terdiri dari :

  1. Identifiying an Issue

Step ini mengajarkan pembukaan kelas harus berkesan (fun, no boring), menimbulkan chemistry yang kuat agar siswa masuk pada dunia issue yang akan dibahas. Oleh karena itu dianjurkan membahas issue lokal yang sangat erat dengan kehidupan siswa.

  1. Research on the issue

Setelah menyajikan masalah, siswa mengeksplore/research mengenai masalah yang disajikan dengan membaca, berhipotesa, berdiskusi untuk memahami masalah dalam rangka menemukan solusi.

  1. Sharing

Dalam step ini terjadi diskusi dan membuat konsesus dari issue. Sharing dalam hal ini mendapatkan masalah dari komunitas, dan merancang solusi untuk kembali ke komunitas.

  1. Action-taking

Rancangan solusi, argumentasi dan nilai-nilai yang muncul dari siswa dikembalikan ke komunitas sebagai bentuk kontribusi. Sehingga siswa tahu tindakan mereka kepada komunitas atau lingkungan.

Contoh high issue di Korea adalah issue “fine dust” dimana terjadi polusi udara yang sangat membuat perubahan kondisi langit di seoul : pada Maret 2018 terlihat Namsan Tower, pada Maret 2019 sudah tidak terlihat Namsan Tower. Sajian issue “fine dust” dalam model SSI-COMM dapat terlihat dibawa ini :

Kelas Sintaks Komunitas
Activities :

·       Mencari data

·       Menggambar peta wilayah terdampak “fine dust

Scientific Knowlwdge :

·       Pasir gurun vs fine dust

·       Karakteristik fine dust

 

Identifying an issue Activities :

·       Observasi pada komunitas

·       Mengunjungi intitusi lokal dan fasilitas lokal

·       Tanya jawab pada seseorang yang ahli lokal

Scientific Knowlwdge :

·       Status fine dust di area lokal

·       Penyebab fine dust

 

Activities :

·       Eksperimen 1 : observasi masker

·       Eksperimen 2 :

Permeabilitas masker

Scientific Knowlwdge :

·       Struktur beragam masker

·       Prinsip dari filter masker

 

 

Research on the Issue Activities :

·       Membuat pertanyaan wawancara

·       Wawancara ahli lokal mengenai issue

Scientific Knowlwdge :

·       Penyakit yang disebabkan fine dust

·       Organ respirasi

·       Paru-paru dan alveolus

·       Lokasi layanan kesahatab

 

Activities :

·       Cuci tangan dengan sinar UV

·       Pembuatan sabun

Scientific Knowlwdge :

·       Sinar UV

·       Proses pembuatan sabun

 

Sharing Activities :

·       Survey penduduk mengenai masalah lokal

·       Statistik dari data survey

·       Solusi dari data survey

Scientific Knowlwdge :

·       Persepsi issue oleh penduduk lokal

 

Activities :

·       Ide untuk mengurangi fine dust

Scientific Knowlwdge :

·       Status global dari fine dust

 

Action Taking Activities :

·       Mengunjungi pusat

·       Representasi dari fine dust

·       Donasi masker dan sabun

Scientific Knowlwdge :

·       Persepsi penduduk lokal mengenai issue

·       Lokasi layanan kesehatan masyarakat

·       Fine dust

 

 

 

 

 

 

 

Comments Off on Kuliah Pakar Development of Socioscientific Issue Progams oleh Gahyoung Kim, Ph.D

Kuliah Pakar Pemateri dari LIPI oleh Gagus Ketut Sunnardianto, Ph.D dengan Topik Electron & magnetism (Computational Material Design)

Kuliah pakar dengan pokok bahasan electron & magnetism berfokus pada poko bahasan mengenai tinjauan elektron secara mikroskopik dengan mengkaitkan dengan sifat materialnya. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan Software Atomsk untuk melihat benda bentuk atom dan keterangan terkait benda. mengetahui Terminalnya dari suatu benda bentuk atom. Misalnya pada material Kristal dalam skala bentuk kecil berbentuk seperti kubus dan di badanya ada atom Fe. yang dapat muncul dalam software atomsk

BCC = B (body ) C (center) C (cubic)

Software kedua yang dapat diintegrasikan adalah Software Vesta yang menunjukkan hasil yang ada pada software atomsk ini dapat ditempel pada software ini kemudian menunjukkan gambar visualisasi atom dari benda. Dari melihat secara atomik ini dapat dilihat mana yang bagus dan bersifat magnetik. Maka dari itu software ini bisa digunakan untuk pembelajaran melihat benda dalam bentuk atom, agar memudahkan pembelajaran.

Materi sifat material

Konduktivitas yang paling tinggi yakni metal (silver, copper,dkk) kemudian yang paling rendah ada insulator (wood, rubber) Nilai konduktivitas sangat tinggi dan rendah ini dikarenakan adanya elektron. Di Metals ini memiliki elektron bebeas yang lebih banyak daripada Innsulator. Konduktivitas berbanding terbalik dengan resistivity.

konduktivitas listrik pada temperatur kamar dalam padatan memiliki perbedaan yakni:

  • Metal dan Alloys ini memiliki konduktivitas yang paling tinggi
  • Kemudian semi konduktor
  • Kemudian insulator

Di konduktor dan insulator elektron bergerak mengikuti orbitnya, dimana elektron ini bergerak karena memiliki keadaan energi. Teori Pita energy atau struktur pita energy ini digunakan untuk melihat energy tertentu dari suatu bahan. Celah pita ini juga menyebabkan bahan menjadi konduktor, insulator dan semi konduktor. hal ini dikarenakan pergerakan elektron bebas.

Isolator/insulator ini memiliki celah pita yang sangat besar. dimana dalam celah dalam pita ini ada pita valensi dan pita konduksi. Dimana dalam insulator elektron bebas ini susah melompat dari pita valensi ke pita konduksi. jadi elektron tidak bergerak dan berdiam diri di daerah pita valensi, maka tidak ada elektron yang bergerak, tidak bisa menghasilkan listrik. (Zn)

 

 

 

Comments Off on Kuliah Pakar Pemateri dari LIPI oleh Gagus Ketut Sunnardianto, Ph.D dengan Topik Electron & magnetism (Computational Material Design)

Kuliah Pakar Matakuliah Multimedia Pembelajaran oleh Elly Mulyadi, S.E., M.Kom

Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan.

Sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi, dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi.

Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pendapat yang berbeda dalam menanggapi pengertian sistem informasi. Berikut beberapa pengertian menurut para ahli:

  1. Mc Leod

Pengertian sistem informasi menurut Mc Leod adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

  1. Erwan Arbie

Erwan Arbie berpendapat bahwa pengertian sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan, dan dukungan operasi.

Sistem ini bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan.

  1. O’Brien

O’Brien menyatakan bahwa pengertian sistem informasi merupakan kombinasi dari setiap unit yang dikelola orang-orang, hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), jaringan komputer, serta jaringan komunikasi data (komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang bentuk organisasi.

  1. John F Nash

Menurut John F Nash, pengertian sistem informasi merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern, dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

  1. Alter

sedangkan Alter memiliki pendapat tersendiri, pengertian sistem informasi ialah sebagai tipe khusus dari sistem kerja dimana manusia dan atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan atau jasa bagi pelanggan.

Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah untuk menghasilkan informasi. Sistem informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para penggunanya. Data yang diolah saja pun tidak cukup apabila dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka harus tersedia tiga pilar seperti berikut:

  1. Relevance: Tepat kepada orangnya.
  2. Timeliness: Tepat waktu
  3. Accurate: Akurat atau tepat nilainya

Apabila tiga hal tersebut tidak terpenuhi, maka informasi tidak dapat dikatakan berguna, melainkan sampah (garbage).

Fungsi Sistem Informasi

 

Berikut beberapa fungsi dari sistem informasi:

  • Meningkatkan aksesiblitas data secara efektif dan efisien kepada pengguna, tanpa dengan perantara sistem informasi
  • Menjamin ketersediaan kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis
  • Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
  • Menetapkan investasi yang hendak diarahkan pada sistem informasi
  • Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi
  • Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
  • Mengembangkan proses perencanaan yang efektif

Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi memiliki beberapa komponen seperti dibawah ini:

  1. Komponen input: Data yang masuk ke dalam sistem informasi.
  2. Komponen model: Kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang memproses data yang tersimpan pada basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Komponen output: Hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Komponen teknologi: Alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, serta memantau pengendalian sistem.
  5. Komponen basis data: Kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
  6. Komponen kontrol: Komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.

 

Comments Off on Kuliah Pakar Matakuliah Multimedia Pembelajaran oleh Elly Mulyadi, S.E., M.Kom

Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan MBKM (Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar, dan Magang) Di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember (Hari Kedua)

Hari kedua diskusi panel Penyusunan Pedoman Pelaksanaan MBKM (Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar dan Magang) dilaksanakan hari Minggu, 11 April 2021. Kegiatan awal MBKM akan bertemu banyak kendala dan merupakan media untuk mencari ilmu. Tugasnya kaprodi merayu mahasiswa untuk mau pertukaran pelajar. Suatu tugas berat karena minimal 30% dari mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pertukaran pelajar.

Menurut Koordinator Prodi Pendidikan IPA, Dr. Sri Wahyuni, M.Pd, program kampus mengajar 54 mahasiswa Pendidikan IPA lolos kampus mengajar. Intinya merupakan sharing pengalaman pertama melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu sebagai sarana silaturahmi antar Program Studi (Prodi). Kaprodi menyampaikan terimakasih kepada partisipan dosen di beberapa Universitas yang menyempatkan untuk hadir dalam acara penyusunan pedoman pelaksanaan MBKM (Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar dan Magang) di program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember. Diskusi panel ini dimoderatori oleh Zainur Rasyid Ridlo, M.Pd dan beberapa narasumber Dr. Munzil, M.Si dari Kaprodi Pendidikan IPA Universitas Malang, Dr. I Nyoman Suardana, M.Si dari Kaprodi Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha dan Andri Eko Widayanti, SE, MM dari BAAK Universitas Jember. Alhamdulillah pada pertemuan kali beberapa partisipan dosen dan koordinator prodi dari IAIN Jember, IKIP PGRI, Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa) Bali, Universitas Malang (UM), UNNES Semarang dan UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Andri Eko Widayanti, S.E., M.M. dari BAAK Universitas Jember

Persyaratan inbound mahasiswa luar menuju UNEJ: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3, minimal semester 3 atau minimal 30 SKS, scan transkrip dan status Pangkalan Data (PD Dikti) mahasiswa harus aktif. Mahasiswa inbound juga harus mengisi biodata dengan memberi akses masuk ke sister UNEJ, melakukan Kartu Rencana Studi (KRS), mendapatkan DPA, melakukan perkuliahan online dan melakukan pengentrian nilai. Form harus diisi meliputi Nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), email dan lainnya akan divalidasi oleh administrator. Setelah diterima, pemilihan mata kuliah dan KRS dilakukan secara online melalui sister yang nanti akan disetujui oleh Dosen Pembimbing akademik (DPA). Bertindak sebagai DPA adalah Koordiantor Program studi (Kor Prodi). Orang tua bisa mengecek kehadiran dan keaktifan mahasiswa dengan mengakses sister for parent.

Mahasiswa yang akan melakukan outbound akan diseleksi oleh DPA dan Kor Prodi. Mahasiswa yang diterima di Perguruan Tinggi (PT) mitra akan mendapatkan NIM mereka wajib mengisikan biodata dan Capaian Pembelajaran (CP) Mata kuliah. Kemudian data ini akan divalidasai oleh kaprodi. Kaprodi melakukan komunikasi dengan PT bersangkutan agar mempermudah pengisian data, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), KRS dan Kontrak kuliah. Unej kesulitan apabila mata kuliah dalam KRS tidak memiliki kode. Kesulitan juga apabila perbedaaan CPL dan jumlah SKS tempuh pada mata kuliah yang sama atau ekuivalen. Kesulitan lain perbedaan sistem grading antar Universitas.

Dr Munzil, M.Si. Kaprodi Pendidikan IPA Universitas Malang

Program Studi Pendidikan IPA di Universitas Negeri Malang (UM) 84 SKS mengambil dalam Prodi. 1 semester di luar prodi, 2 semester di luar PT. mengambil mata kuliah meningkatkan kapabilitas, mahasiswa tidak diperkenankan mengambil mata kuliah di sastra misalnya. Tidak menjamin mata kuliah sama tapi isinya sama. Mahasiswa mempelajari kurikulum sebelum melakukan pertukaran pelajar. UM melakukan seleksi Prodi tujuan sekiranya bisa meningkatan kapabilitas mahasiswa.

Ketika di sekolah mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman persekolahan. Perbedaan SKS mahasiswa outbound akan dikonversi dengan menambahkan tugas lain jika terjadi kekurangan SKS.  Sedangkan program inbound, UM membuka 20% mahasiswa dari luar atau sekitar 120an mahasiswa. Seperti di Unej, UM melakukan sistem perkuliahan online.

Dr. I Nyoman Suardana, M,Si Kaprodi Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha

Sebanyak 2 mahasiswa Undiksha melakukan pertukaran pelajar outbound yaitu di UM.  Sistem pendaftaran mahasiswa inbound, MK ditawarkan masing-masing prodi setelah itu diinfokan melalui grup WA. Prodi berusaha melakukan penjaringan kerjasama dengan prodi mitra. Setelah itu ada surat penerimaan mahasiswa dari prodi mitra. Selanjutnya PT mitra mengirim MOA. Mahasiswa melakukan registrasi akun, profil dan mengisi biodata mahasiswa. Kemudian dilakukan validasi oleh Fakultas.

Alur pendaftaran mahasiswa inbound melalui melalui website  penerimaan.undiksha.ac.id. Mahasiswa tidak diberikan NIM tapi didata menggunakan NIK KTP. Beberapa prodi sudah siap melakukan pendaftaran secara online melalui SIAKAD Undhiksa. Prodi PIPA Undiksha penamaan mahasiswa inbound masih dilakukan secara manual. Sistem penerimaan pertukaran pelajar masih dalam peningkatan atau perbaikan sistem. Justru dalam forum ini bisa memberi masukan bai sistem undiksha.

Comments Off on Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan MBKM (Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar, dan Magang) Di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember (Hari Kedua)

Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan MBKM (Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar, dan Magang) Di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember (Hari Pertama)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini, telah membawa perubahan yang sangat pesat pula dalam berbagai aspek kehidupan. Pekerjaan dan cara kita bekerja berubah, banyak lapangan pekerjaan hilang, sementara berbagai jenis pekerjaan baru bermunculan. Perubahan ekonomi, sosial, dan budaya juga terjadi dengan laju yang tinggi. Dalam masa yang sangat dinamis ini, perguruan tinggi harus merespons secara cepat dan tepat. Diperlukan transformasi pembelajaran untuk bisa membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan tinggi agar menjadi generasi yang uggul. Generasi yang tanggap dan siap menghadapi tantangan zamannya, tanpa tercerabut dari akar budaya bangsanya.

Saat ini kreativitas dan inovasi menjadi kata kunci untuk memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Para mahasiswa yang saat ini belajar di Perguruan Tinggi, harus disiapkan menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur dan ulet (agile learner). Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Permendikbud No 3 Tahun 2020 memberikan hak kepada mahasiswa untuk 3 semester belajar di luar program studinya. Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya. Kita meyakini, pembelajaran dapat terjadi di manapun, semesta belajar tak berbatas, tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, tetapi juga di desa, industri, tempat-tempat kerja, tempat-tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat. Melalui interaksi yang erat antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, dengan dunia nyata, maka perguruan tinggi akan hadir sebagai mata air bagi kemajuan dan pembangunan bangsa, turut mewarnai budaya dan peradaban bangsa secara langsung.

Untuk membantu Program Studi dalam proses pelaksanaan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, maka Program Studi S1 Pendidikan IPA menyelenggarakan Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan MBKM. Melalui workshop ini, Program Studi S1 Pendidikan IPA diharapkan mampu menyusun pedoman kegiatan Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar, dan Magang pada Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 April 2021. (Zn)

Kegiatan penyusuan pedoman pelaksanaan MBKM (pertukaran pelajar, asistensi mengajar dan magang) di Program studi S1 Pendidikan IPA Universitas dilaksanakan secara offline di hotel Grand Valonia. Bersamaan dengan itu parallel dilakukan secara online Zoom meeting melalui link unej.id/MBKMIPAUNEJ. Pendidikan IPA Unej mengundang Dosen dan Prodi dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Jember, IKIP PGRI, UNNES Semarang, UNS Surakarta dan Universitas Negeri Medan. Program studi merupakan ujung tombak keberhasilan kegiatan MBKM. Pada semester ini Universitas Jember telah melaksanakan pertukaran mahasiswa secara resiprokal dengan 6 Universitas yaitu Universitas Negeri semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarata, Universitas Negeri Medan dan Universitas Pendidikan Ganesha.  Koordinator program studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember Dr. Sri Wahyuni, M.Pd berharap kegiatan penyusunan pedoman pelaksanaan MBKM (pertukaran pelajar, asistensi mengajar dan magang) pada hari ini Sabtu, 10 April 2021  berjalan lancar.

Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FKIP Universitas jember, menerangkan bahwa saat ini status Universitas Jember dalam pergantian dari satker (satuan kerja) menuju BLU (Badana layanan Umum). Prof. Bambang Soepeno berharap dengan melibatkan Kerjasama antara UNNES Semarang dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sudah berBadan Hukum (PTNBH) bisa memperlancar tranformasi Unej dari satker ke BLU. MBKM berharap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mencatat kendala yang timbul dalam implementasinya. Sebagia revisi dan dilaksanakan Kembali dan melakukan perbaikan pada pelaksanaan MBKM Semester berikutnya. Selain itu bukan hanya hanya mahasiswa, dosen juga harus aktif dalam melakukan pengabdian masyarakat dan publikasi artikel terindeks scopus terutama partisipasi dalam international Conference. Bertindak sebagai moderator adalah Anjar Putro Utomo, S.Pd., M.Ed yang akan mengatur jalannya diskusi panel. Narasumber pada hari ini; Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes dari LP3M Universitas Jember, Novi Ratna Dewi, S.Si., M.Pd dari Program Studi Pendidikan IPA UNNES Semarang dan Dr. Nurma Yunita Indriyanti M.Si., M.Sc dari Program Studi Pendidikan IPA UNS Surakarta.

1. Dr. drg. Banun Kusumawardani M.Kes dari LP3M Universitas Jember

Indikator kinerja utama atau IKU adalah ukuran atau indikator kinerja suatu instansi, utamanya dalam mencapai tujuan dan sasaran tertentu. IKU bertujuan untuk mendapatkan ukuran sejauh mana keberhasilan dan pencapaian yang telah diraih perguruan tinggi selama waktu tertentu dalam meningkatkan kualitas kinerja instansi tersebut. Ada 8 Indikator kinerja utama dalam MBKM yang menjadi landasan transformasi Pendidikan Tinggi, sebagai berikut:

  1. Lulusan mendapat pekerjaan yang layak: Upah di atas UMR, menjadi wirausaha, atau melanjutkan studi.
  2. Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus: Magang, proyek desa, mengajar, riset, berwirausaha, dan pertukaran pelajar.
  3. Dosen berkegiatan di luar kampus: Mencari pengalaman industri atau berkegiatan di kampus lain.
  4. Praktisi mengajar di dalam kampus: Merekrut dosen dengan pengalaman industri.
  5. Hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi Internasional: Hasil riset dan pengabdian yang dimanfaatkan.
  6. Program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia: Dalam kurikulum, magang, dan penyerapan lulusan.
  7. Kelas yang kolaboratif dan partisipatif: Evaluasi berbasis proyek kelompok atau studi kasus.
  8. Program studi berstandar internasional: Memperoleh akreditasi tingkat internasional.

Menurut bu Banun, bentuk kegiatan pembelajaran (BKP) mahasiswa di luar kampus pertukaran pelajar dilaksanakan mulai semester 3 dan BKP lainnya dimulai dari semester 6.  Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk 1 (satu) semester (setara dengan 20 SKS) menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama; dan paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar perguruan tingginya. Mahasiswa Unej mendapatkan kesempatan beraksi, berkolaborasi dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah dasar yang berakreditasi C. Dalam program Kampus mengajar, Mahasiswa Unej yang mendaftar sebanya 386 diterima 306 mahasiswa, namun hanya 2 Dosen Universitas jember yang menjadi dosen penggerak dalam program kampus mengajar. Bu Banun berharap ke depan semakin banyak dosen berpartisipasi menjadi fasilitator dan pembimbing kampus mengajar.

2. Novi Ratna Dewi, S.Si., M.Pd dari Program Studi Pendidikan IPA UNNES Semarang

Universitas Negeri Semarang mendorong dosen dan mahasiswa untuk bergabung dalam program MBKM. Program studi Pendidikan IPA UNNES mencocokkan sistem kredit semester mata kuliah di kampus asal dengan kampus mitra. Kemudian mata kuliah yang ditawarkan kampus mitra disosialisasikan kepada mahasiswa dan selanjutnya mahasiswa memilih MK tersebut. Mekanisme pelaksanaan pertukaran pelajar mulai dari penawaran mata kuliah, penandatangan IA sampai pelaporan hasil belajar.

Proses seleksi  Pertukaran belajara mahasiswa inbound maupun outbund dilakukan menurut flowchart yang disediakan kampus. Mahasiswa inbound yang lolos seleksi mendapatkan Nomer induk Mahasiswa (NIM) dari UNNES.  Sistem akademik mahasiswa outbound tidak perlu melakukan presensi dan kuliah pada universitas asal pada mata kuliah yang sama yang ditempuh di kampus mitra. Namun UNNES tidak bisa mengontrol presensi mahasiswa yang kuliah di kampus mitra.

3. Dr. Nurma Yunita, M.Si., M.Sc dari UNS Surakarta

UNS Surakarta sedang fokus mengajukan badan Hukum (PTNBH), ke depannya berharap lebih fokus pada MBKM. UNS juga sedang melakukan rekonstruksi kurikulum 2018 reposisi menjadi kurikulum 2020 sesuai Outcome Base Education (OBE). Model MBKM di Prodi IPA UNS kampus merdeka meliputi kegiatan in kampus dan out kampus. Beberapa model seperti internship magang, student exchange dalam dan luar negeri. Pertukaran mahasiswa meliputi permata merdeka, coursera dan global challenge UNS. UNS berupaya agar bagaimana siswa mengambil 20% sks di luar prodi, kegiatan merdeka belajar hampir sama dengan kegiatan MBKM lainnyaa, dan ditambah dengan kegiatan milliter. Beberapa mahasiswa yang sudah mengikuti cousera yang di biayai oleh UNS, Pada Pend.IPA UNS paket MBKM sudah masuk pada total seluruh  148 sks. Untuk asistensi mengajar ada 12 sks, dengan PLP 4 sks dan mata kuliah pilihan 8 sks. (Nr) (Ra)

Comments Off on Workshop Penyusunan Pedoman Pelaksanaan MBKM (Pertukaran Pelajar, Asistensi Mengajar, dan Magang) Di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember (Hari Pertama)

Workshop Peningkatan kemampuan soft skill dan hard skill mahasiswa melalui kegiatan akademik dengan melibatkan praktisi pada perkuliahan di prodi S-1 Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember (Hari Kedua)

Hari kedua Minggu tanggal 4 April 2021 ada 3 pembicara dalam Peningkatan Kualitas Softskill Dan Hardskill Mahasiswa Melalui Kegiatan Akademik Dengan Melibatkan Praktisi Pada Perkuliahan Di Prodi S-1 Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember adalah Ely Mulyadi, S.E, M.Kom, Elga Renjana, S.Si, M.Si. dan Dr. Soesy Wulandari, M.Pd. Bapak Ely Mulyadi, S.E, M.Kom dari CV ESolusindo membawakan materi tentang Media Pembelajaran ICT. Materi Penerapan Kajian Struktur tumbuhan oleh Elga Renjana, S.Si, M.Si dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kebon Raya Purwodadi. Praktisi Praktikum Pembelajaran Dr. Soesy Wulandari, M.Pd dari SMPN 10 Jember.  Kegiatan ini dilaksanakan secara offline di Hotel Valonia, Jember dihadiri oleh segenap Dosen PIPA Unej. Selain itu peserta terdiri dari Mahasiswa Pendidikan IPA yang mengikuti melului Zoom meeting online.

Materi pertama disampaikan oleh Ely Mulyadi dari CV ESolusindo yang bergerak di bidang software developer seperti penyederhanaan surat keterangan desa, belanja marketplace dan aplikasi bidan yang diakses di Ponsel. Guru ataupun calon guru harus bisa menjembatani Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan Pendidikan di sekolah. Pengembangan TIK bisa mendukung pembelajaran, media, administrasi, sarana dan prasarana sekolah. Sistem managemen informasi sekolah akan mempermudah rekapitulasi rapot, pembayaran SPP dan presensi online untuk guru dan siswa. Sistem managemen informasi berbasis TIK mempermudah informasi berapa siswa dan guru yang rajin maupun suka terlambat.Materi kedua tentang struktur tumbuhan disampaikan oleh Elga renjana yang menjelaskan  ada 4 kebun raya konservasi tumbuhan di Indonesia yang dikelola oleh LIPI yaitu kebun raya bogor, Cibodas, Purwodadi dan Eka Karya Bali. Kebun raya Purwodadi merupakan Kawasan exsitu tumbuhan seluas 85 Ha yang dikenal Hortus Iklim Kering Purwodadi. Kebun raya Purwodadi didirikan 30 Januari 1941 oleh LGM Baas Becking. Sampai sekarang terdiri dari 11.748 spesimen (175 suku dan 928 marga). Selain Konservasi tumbuhan, berfungsi sebagai ekowisata, penelitian dan konservasi air. Beberapa penelitian dalam kebun raya Purwodadi seperti pertelaan daun, bunga, buah dan biji. Penelitian biji dari luar hingga dalam sampai perekecambahan biji.

Kultur jaringan juga dilakukan pada anggrek, dan tumbuhan langka dan terancam punah. Tumbuhan yang dikonservasi adalah tumbuhan dari galur murni dan belum disilangkan. Beberapa jenis anggrek yaitu Dendrobium, paphiodium, vanda limbata blume dan spatogottis plicata.

Pemateri ketiga adalah Dr. Soesy Wulandari dari SMPN 10 Jember yang disampaikan guru SMP terkait pembelajran di sekolah dengan menyiapkan data nama siswa hingga perbaikan soal. Praktikum menjadi sulit dilakukan di era pandemi. Pelaksanaaan praktikum meliputi membagikan materi melalui grup whatsapp, diskusi melalui zoom meeting dan praktikum. Praktikum rangkaian listrik terhambat akibat sulitnya memantau praktikum dan siswa tidak memiliki adaptor dan kit praktikum tersebut. Sesuai arahan Mendikbud Nadiem M, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)sudah  dibuat satu halaman namun permasalahanya lampiran tetap memiliki banyak halaman.

Penugasan dilakukan dengan cara siswa menonton video pembelajaran yang dibuat oleh guru tentang rangkaian listrik untuk membuktikan hukum Ohm. Rangkaian pertama, dua lampu dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan. Kemudian rangkaian tadi dibandingkan dengan rangkaian kedua adalah dua lampu yang dirangkai secara paralel. Sumber tegangan yang digunakan adalah 3V kemudian siswa disuruh analisis kedua rangkaian listrik tersebut. Siswa diarahkan untuk mengamati dua lampu yang dirangkai seri dengan parallel. Nanti akan terlihat lampu yang menyala terang dan mana yang menyala lebih redup walaupun jenis lampu dan tegangannya sama. Guru mengarahkan siswa pada kesimpulan yang benar sesuai harapan guru.

Pada akhir materi dilakukan sesi Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1: Difia Margaret kepada Elga Renjana

Struktur daun dan bunga yang berbeda disebabkan oleh apa?

Ada fase generatif bunga pada tumbuhan. Perbedaan genetis akan menyebabkan jenis, varian dari spesies dari tumbuhan itu sendiri. Ada juga Bunga yang disebabkan oleh mutasi genetis menghasilkan varian yang berbeda walaupun satu spesies. Persilangan akan mengubah struktur atau perubahan genetik.

Pertanyaan 2: Apakah ada perencanaan untuk memperbanyak tumbuhan?

Target konservasi misalnya tumbuhan endemik di papua. Konservasi juga dilakukan jika koleksi di kebun raya tidak ada. Pertimbangan habitat juga perlu diperhatikan. Metode pengambilan tumbuhan dengan meneliti termasuk supaya bertahan di perjalanan dan bisa hidup di kebun exsitu.

Pertanyaan 3: Lailatul Hikmah

Biji yang apa yang butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh?

Biji yang karakteristiknya berkulit keras seperti palm peralihan di pantai yang membutuhkan proses 20 tahun untuk bisa berkecambah secara alami.

Pertanyaan 4: Bagaimana dengan penerapan teknologi untuk sekolah-sekolah yang ada di pinggiran? Sedangkan disana akses Informasi sangat sulit.

Moodle bisa menjadi solusi media pembelajaran yang cukup mudah. Perlu dibangun infrastruktur seperti jaringan internet yang perlu kerjasama dengan desa, kecamatan dan kominfo dan internet provider. Dibutuhkan teknologi hardware seperti handphone dan computer.

Pertanyaan 5: Bagaimana mengajukan Studi lapangan Prosedur Kultur jaringan?

Kerjasama untuk studi lapanagan terkait hal tersebut dengan mengajukan proposal LIPI Kebun Raya Purwodadi. (Nur)

Comments Off on Workshop Peningkatan kemampuan soft skill dan hard skill mahasiswa melalui kegiatan akademik dengan melibatkan praktisi pada perkuliahan di prodi S-1 Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember (Hari Kedua)

Workshop Peningkatan kemampuan soft skill dan hard skill mahasiswa melalui kegiatan akademik dengan melibatkan praktisi pada perkuliahan di prodi S-1 Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember (Hari pertama)

Perguruan tinggi sebagai salah satu institusi pendidikan dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, dan berdaya saing tinggi. Beberapa upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan melalui softskill dan hardskill melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan lulusannya perlu menjalin kerjasama/ berkolaborasi dengan mitra kerja.

Dalam rangka link and match dan kolaborasi dengan mitra kerja, Pendidikan IPA S1 FKIP Universitas Jember akan mendatangkan praktisi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendekatkan mahasiswa memahami konsep dan praktik Klimatologi. Untuk memperdalam Pembelajaran Crosscutting mengundang Ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN). Dengan demikian, kegiatan ini akan mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja sejak dini sehingga mahasiswa akan jauh lebih siap kerja setelah nantinya lulus.

Selain itu, peningkatan kemampuan mengajar calon guru IPA dengan mendatangkan Guru IPA yang sudah bersertifikat dan berpengalaman akan menambah wawasan mahasiswa bagaimana nantinya jika sudah terjun menjadi guru. Pemberian materi oleh guru IPA sebagai praktisi akan memahami masalah yang sering timbul pada saat mengajar dan sharing tentang Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran IPA di SMP. Manfaat yang didapat dari kegiatan ini adalah adanya pengalaman langsung yang dialami calon guru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas diri sesuai dengan standar lulusan yang ditetapkan dan juga peningkatan soft skill dan hard skill mahasiswa. (Zn)

Comments Off on Workshop Peningkatan kemampuan soft skill dan hard skill mahasiswa melalui kegiatan akademik dengan melibatkan praktisi pada perkuliahan di prodi S-1 Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember (Hari pertama)

Pelantikan Anggota PAPI Tahun 2020

Kaprodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember Melalui Kegiatan PAPI Melantik 129 Mahasiswa Baru Tahun 2020

 

Kaprodi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, Dr. Supeno, S.Pd., M.Si. Minggu,(18/10/20) secara daring melantik 129 mahasiswa baru angkatan tahun 2020 jenjang sarjana (S-1). Bertempat di Gedung III FKIP Universitas Jember ruang 35E101. Kaprodi secara simbolis melantik mahasiswa baru melalui kegiatan penutupan PAPI 2020 (Pelantikan Anggota Pendidikan IPA 2020) yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidikan IPA ASE.

Mahasiswa baru tahun 2020 yang dilantik merupakan mahasiswa baru yang telah dinyatakan lolos baik melalui jalur undangan (SNMPTN), jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) tahap 1 dan tahap 2.

Sebelum kegiatan pelantikan dan pengukuhan dilakukan, mahasiswa baru harus dan wajib mengikuti serangkaian kegiatan PAPI 2020 yaitu dua kegiatan pembinaan pada tanggal 4 Oktober 2020 dan 18 Oktober 2020. Selain itu, mahasiswa baru juga wajib mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh panitia PAPI 2020 dalam maksud memperkenalkan program studi Pendidikan IPA.

Pada pembinaan pertama sekaligus pembukaan acara PAPI 2020 yaitu Minggu, 4 Oktober 2020, mahasiswa baru mendapatkan materi Learning Media dengan pemateri Zainur Rasyid Ridlo, S.Pd., M.Pd. selaku dosen Pendidikan IPA. Dimana materi tersebut diharapkan mahasiswa baru memiliki keahlian dibidang Teknologi Informasi dan memiliki rasa semangat mengikuti berbagai kompetisi kedepannya.

Pada pembinaan kedua sekaligus pelantikan dan penutupan kegiatan PAPI 2020 yaitu Minggu, 18 Oktober 2020, mahasiswa baru mendapatkan materi Scholarship Clinic dengan pemateri Aris Singgih Budiarso, S.Pd., M.Pd selaku dosen Pendidikan IPA. Dimana, materi tersebut diharapkan mahasiswa baru dapat memiliki informasi tentang beasiswa yang ada di Universitas Jember dan cara untuk mendapatkannya.

Setelah dinyatakan lulus oleh panitia PAPI 2020, puncak kegiatan PAPI 2020 yaitu pelantikan dan pengukuhan Mahasiswa Baru Pendidikan IPA oleh Kaprodi Pendidikan IPA.

Kaprodi Pendidikan IPA, Dr. Supeno, S.Pd., M.Si., melantik dan menerima kehadiran 129 mahasiswa baru di Gedung III FKIP Universitas Jember ruang 35E101 yang diwakili tiga masiswa baru angkatan 2020 terdiri dari ketua angkatan dan dua perwakilan perempuan mahasiswa baru. Selain itu, terdapat 126 mahasiswa baru 2020 mengikuti pelantikan secara daring di rumahnya masing-masing dengan menggunakan atribut dan pakaian sesuai ketentuan.

Pelantikan mahasiswa baru pendidikan IPA 2020 dilakukan dengan tiga tahap yaitu pelepasan atribut kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan baju PDH prodi pendidikan IPA, dan terakhir penutupan kegiatan PAPI 2020 yang secara langsung ditutup oleh Kaprodi Pendidikan IPA, Dr. Supeno, S.Pd., M.Si.

Sebelum kaprodi menutup kegiatan PAPI 2020, kaprodi menyampaikan kepada mahasiswa baru Pendidikan IPA 2020 bahwa sepatutnya untuk bersyukur telah berhasil menyisihkan beberapa saingan dan lolos diterima FKIP program studi Pendidikan IPA Univeritas Jember. Pendidikan IPA selalu memiliki daya saing yang semakin ketat setiap tahunnya yang mengharuskan mahasiswa baru untuk selalu bersyukur. Kaprodi juga berpesan bahwa setelah pelantikan dan pengukuhan, mahasiswa baru diharapkan mampu beradaptasi atau mengenal dengan baik program studi Pendidikan IPA serta dapat membawa nama program studi Pendidikan IPA ke masyarakat lebih baik lagi. Selain itu, kaprodi juga meminta kepada mahasiswa baru untuk selalu menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Comments Off on Pelantikan Anggota PAPI Tahun 2020

Optimalisasi Pemanfaatan Media Online dalam Pembelajaran IPA di Masa Pandemi

Optimalisasi Pemanfaatan Media Online dalam Pembelajaran IPA di Masa Pandemi

 

 Wabah covid-19 terutama di Indonesia memberikan dampak dalam bidang pendidikan yaitu pemberhentian sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Pembelajaran alternatif yang digunakan semasa pandemi covid 19 adalah pembelajaran online atau daring yang bertujuan untuk mengatasi kegiatan pembelajaran secara tatap muka di kelas. Akan tetapi dalam implementasinya, terdapat tantangan yaitu kesulitan guru dalam melakukan pembelajaran online.

Sehingga  untuk mengembangkan keahlian guru dalam pembelajaran online, Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember melakukan Kerjasama dengan MGMP IPA Kabupaten Bondowoso untuk melakukan pelatihan optimalisasi pemanfaatan media online dalam pembelajaran IPA di masa pandemi. Hal ini disambut baik oleh Prof. Drs. Dafik, M.Sc. Ph.D selaku Dekan FKIP Universitas Jember, dan diteruskan langsung ke prodi Pendidikan IPA yaitu Dr. Supeno, S.Pd., M.Si. selaku ka.prodi P.IPA. Ka.prodi P.IPA menunjuk Dr. Sri Wahyuni, S.Pd, M.Pd, Pramudya Dwi Aristya Putra, S.Pd, M.Pd, Ph.D, dan Dr. Rifati Dina Handayani, S.Pd, M.Si sebagai pemateri. Terselenggaralah Webinar dengan tema “Optimalisasi pemanfaatan media online dalam pembelajaran IPA di masa pandemi” secara daring pada hari Rabu, 19 Agustus 2020 di Prodi P.IPA FKIP Universitas Jember.

Pembukaan acara webinar ini dilakukan oleh Endang Pujiastutik, S.Pd, M.Pd selaku Pembina MGMP IPA Kabupaten Bondowoso, dan sambutan dari ketua MGMP Juwandoko, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh anggota MGMP IPA Kabupaten Bondowoso dan Guru IPA Sebanyak 75 peserta. Webinar “Optimalisasi pemanfaatan media online dalam pembelajaran IPA di masa pandemi” sebagai tema acara yang dipandu oleh Moderator Ika Rahmawati, S.Pd. M.Pd

Acara ini dianggap perlu dilakukan karena melalui pembelajaran online, siswa tidak perlu untuk berkumpul di kelas dalam arti sebenarnya secara bersama-sama, tetapi bisa menggunakan media e-learning, website, atau teleconference sehingga akan tetap terjadi hubungan komunikasi antara guru dan siswa. Contoh penggunaan pembelajaran berbasis website adalah google classroom dan Edmodo, yang berorientasi pembelajaran berbasis Learning Managemen System (LMS). Penggunaan LMS dalam kegiatan pembelajaran ini memiliki keunggulan antara lain 1) terhubungnya komunikasi yang dibangun secara dua arah; 2) pengaturan kelas maya sebagaimana kelas sebenarnya; 3) layanan data yang diperlukan tidak begitu besar jika dibandingkan dengan penggunaan teleconference.

(Ketua MGMP Bondowoso, Kepala SMPN Satu Atap Maesan Bondowoso, dan Pemateri dari Dosen Prodi Pendidikan IPA)

Harapan dari prodi P.IPA pada kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru-guru IPA di Kabupaten Bondowoso dalam pengelolaan pembelajaran melalui media online, sehingga mampu meningkatkan self-efficacy guru dalam mengajar melalui pembelajaran online selama masa pandemi Covid 19. (Sri W)

Comments Off on Optimalisasi Pemanfaatan Media Online dalam Pembelajaran IPA di Masa Pandemi